Konsep Arsitektur Berkelanjutan Pada Perancangan Museum Bahari dan Pusat Edukasi
DOI:
https://doi.org/10.31101/jas.v7i1.4398Abstract views 12 times
Abstract
Adanya Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) memaksimalkan potensi kelautan yang besar di Kabupaten Lamongan. Hal ini mendorong potensi kebutuhan akan fasilitas edukasi dan konservasi dalam aspek maritim. Perancangan Museum Bahari dan Pusat Edukasi ini berfungsi sebagai pelestarian budaya, kelestarian lautan sekaligus penerapan prinsip arsitektur berkelanjutan. Pendekatan desain ini mempertimbangkan kondisi iklim tropis dan penggunaan material yang ramah lingkungan, serta memaksimalkan penggunaan cahaya alami untuk menghemat energi. Penerapan konsep berkelanjutan pada perancangan ini meliputi efisiensi energi, pengelolaan air, pemilihan material yang berkelanjutan yang mendukung kesejahteraan sosial dan budaya. Desain ini sejalan dengan beberapa poin tujuan Sustainable Development Goals/SDGs. Hasil perancangan ini diharap dapat menginspirasi adanya ruang yang edukatif dan mendukung pelestarian alam, khususnya di pesisir Lamongan. Museum ini diharap menjadi simbol hubungan antara budaya Bahari dan kesadaran masyarakat dalam hal keberlanjutan untuk perancangan arsitektur masa depan serta menjadi pusat edukasi bagi masyarakat Lamongan dengan penyediaan beberapa fasilitas yang mendukung kegiatan belajar serta kolaborasi.
Downloads
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

