Bandung Retreat and Leisure dengan Pendekatan Biophilic Design
DOI:
https://doi.org/10.31101/jas.v4i1.3246Abstract views 123 times
Abstrak
Tingginya kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan dan keseimbangan antara tubuh, pikiran, dan jiwa membuat gaya hidup sehat menjadi perhatian. Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mulai berfokus mengembangkan wisata kebugaran di Indonesia. Sebagai salah satu kota destinasi wisata di Indonesia, Bandung berpotensi dalam pengembangan sektor pariwisata kebugaran. Di Bandung sendiri sudah terdapat beberapa destinasi kebugaran yang kian diminati namun hanya berfokus pada salah satu segmen seperti spa, gym, dan studio yoga. Dalam merespon permasalahan tersebut maka dibutuhkan sebuah destinasi wisata kebugaran terpadu dengan tujuan restoratif dan rekreatif yakni Bandung Retreat and Leisure. Mengusung konsep healing through nature dengan menerapkan empat dari empat belas pola biophilic design yang berperan dalam menciptakan keseimbangan antara tubuh, pikiran, dan jiwa. Keempat pola tersebut diantaranya visual connection with nature, non-visual connection with nature, thermal and airflow variability, dan presence of water. Sehingga perancangan ini dapat menambah sektor pariwisata baru di Kota Bandung yakni pada sektor wisata kebugaran dengan memanfaatkan nuansa alam dalam mendukung terwujudnya keseimbangan antara tubuh, pikiran, dan jiwa.
Unduhan
Data unduhan belum tersedia.
Unduhan
Diterbitkan
2025-01-20
Cara Mengutip
Putra Siregar, R. A. S. (2025). Bandung Retreat and Leisure dengan Pendekatan Biophilic Design. JAS: Journal of Architecture Students, 4(1). https://doi.org/10.31101/jas.v4i1.3246
Terbitan
Bagian
Articles
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 JAS: Journal of Architecture Students

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

