Analisis Permukiman Kumuh di Banjar, Ampenan:Infrastruktur, Sosial Ekonomi, dan Dampak Lingkungan
DOI:
https://doi.org/10.31101/jas.v6i2.4196Abstract views 11 times
Abstrak
Permukiman memiliki peran penting dalam mencerminkan kesejahteraan masyarakat dan kualitas pembangunan wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi permukiman kumuh di Kelurahan Banjar, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram, dengan fokus pada tiga aspek utama: infrastruktur dasar, kondisi sosial-ekonomi, dan dampak lingkungan. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan ini memiliki karakteristik permukiman yang padat, tidak tertata, dan minim fasilitas dasar seperti jalan, drainase, air bersih, dan sanitasi. Selain itu, masyarakat umumnya bekerja di sektor informal dengan tingkat pendidikan rendah, yang memperkuat siklus kemiskinan dan keterbatasan akses terhadap layanan publik. Permukiman ini juga rentan terhadap risiko lingkungan seperti banjir dan pencemaran akibat buruknya pengelolaan limbah. Penanganan kawasan kumuh di Kelurahan Banjar memerlukan pendekatan terpadu yang mencakup peningkatan infrastruktur, pemberdayaan masyarakat, serta penataan ruang yang partisipatif dan berkelanjutan.
Kata Kunci: Permukiman Kumuh, Infrastruktur Dasar, Sosial Ekonomi, Dampak Lingkungan, Kelurahan Banjar
Unduhan
Data unduhan belum tersedia.
Unduhan
Diterbitkan
2026-02-09
Cara Mengutip
Amru, G. A., & Rini S. Saptaningtyas. (2026). Analisis Permukiman Kumuh di Banjar, Ampenan:Infrastruktur, Sosial Ekonomi, dan Dampak Lingkungan. JAS: Journal of Architecture Students, 6(2). https://doi.org/10.31101/jas.v6i2.4196
Terbitan
Bagian
Articles
Lisensi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

