Evaluasi Pelaksanaan Identifikasi Pasien di Klinik Laras Hati Yogyakarta

Authors

  • Tria Harsiwi Nurul Insani Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan AKBIDYO Yogyakarta, Jalan Parangtritis KM.6, Sewon, Panggungharjo, Bantul, Glondong, Panggungharjo, Sewon, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55188
  • Nurvita Wikansari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan AKBIDYO Yogyakarta, Jalan Parangtritis KM.6, Sewon, Panggungharjo, Bantul, Glondong, Panggungharjo, Sewon, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55188

DOI:

https://doi.org/10.31101/jhes.763
Abstract views 1221 times

Keywords:

evaluasi, identifikasi, pasien

Abstract

Identifikasi pasien merupakan sasaran keselamatan pasien yang akan dilakukan pertama kali pada seorang pasien. Hal ini tertera dalam Peraturan Menteri Kesehatan No 11 Tahun 2017 tentang Keselamatan Pasien. Sasaran ini dimaksudkan untuk melakukan dua kali pengecekan. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi penerapan identifikasi pasien yang dilaksanakan di Klinik Laras Hati. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pelaksanaan Identifikasi pasien di Klinik Laras Hati belum berjalan dengan  maksimal. Hal ini dikarenakan ketersediaan gelang identifikasi pasien yang belum lengkap dan prosedur serta kebijakan pelaksanaan identifikasi pasien yang belum ada.

References

Anggraeni, Dewi. (2014). Evaluasi Pelaksanaan Sistem Identifikasi Pasien di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit. Jurnal Kedokteran Brawijaya, Vol. 28, Suplemen No. 1. Universitas Brawijaya

Aranaz-Andres, J. M., Aibar-Remon, C.,Restrepo, F. R., Urroz, O., ...& Gonseth-Garcia, J. (2011). Prevalence of Adverse Event in The Hospitals of Five Latin American Countries: Results of the Iberoamerican Study of Adverse Events (IBEAS). BMJ Quality& Safety, Bmjqs-2011

Ardani. (2018). Diskusi Refleksi Kasus Meningkatkan Kepatuhan Perawat Terhadap Penerapan Standar Prosedur Operasional Pencegahan Risiko Jatuh. Journal of Health Studies Universitas Aisyiyah Yogyakarta

Budhiharjo, A. (2008). Pentingnya Safety Culture di Rumah Sakit Upaya Meminimalkan Adverse Events. Jurnal Manajemen Bisnis.

Joint Comission International and Joint Comission on Accreditation of Healthcare Organizations. 2016. Joint Comission International Accreditation Standards for Hospitals. Joint Comission Resources

Kemenkes RI. (2017). Pedoman Penyusunan Akreditasi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama. Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan

Marquard, J. L., Henneman, P. L., He, Z., Jo, J., Fisher, D. L., & Henneman , E. A. (2011). Nurses’ Behaviors And Visual Scanning Patterns May Reduce Patient Identification Errors. Journal of Experimental Psychology: Applied, 17(3), 247.

Menkes RI. (2017). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2017 Tentang Keselamatan Pasien. Jakarta

Morrison, A. P., Tanasijevic, M. J., Goonan, E. M., Lobo, M. M., Bates, M. M., Lipsitz, S. R., … & Melanson, S. E. (2010). Reduction in specimen labelling errors after implementation of a positive patient identification system in phlebotomy. American Journal of Clinical Pathology, 133(6), 870-877

Prahasto, ID. (2004). Medical Error di Rumah Sakit dan Upaya untuk Meminimalkan Risiko. Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan

Sailendra, Annie. (2015). Langkah-Langkah Praktis Membuat SOP. Cetakan Pertama. Trans Idea Publishing, Yogyakarta.

Setyowati, D. (2013). Hubungan Kepemimpinan Head Nurse dengan Penerapan Budaya Keselamatan Pasien oleh Perawat Pelaksana di RSUP Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta. Universitas Indonesia.

World Health Organization. (2010). Nine Steps For Developing A Scalling Up Strategy. Collaborating Center for Patient Safety Solutions

World Health Organization. (2007). Patient Identification. Patient Safety Solutions

Downloads

Published

2021-03-01

Issue

Section

Articles

SHARE THIS

Most read articles by the same author(s)