Pendampingan aader ‘Aisyiyah dalam pembentukan tim pendamping keluarga (TPK) sebagai upaya penurunan stunting
DOI:
https://doi.org/10.31101/hayina.3186Abstract views 194 times
Keywords:
kader, pendampingan, stunting, tim pendamping keluargaAbstract
Stunting adalah masalah gizi paling utama di Indonesia yang menjadi prioritas dihadapi untuk diupayakan menurunkan angka kejadiannya. Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO (2021), mengatakan bahwa angka kejadian stunting di dunia mencapai 22% atau sebanyak 149,2 juta pada tahun 2020 sedangkan angka prevalensi nasional di Indonesia mencapai angka 24,1%. Oleh karena hal tersebut, perlu adanya intervensi sebagai upaya untuk mempercepat penurunan stunting dengan membentuk kelompok Tim Pendamping Keluarga (TPK). Metode pengabdian masyarakat ini menggunakan metode penyuluhan dan pendampingan keluarga. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan selama 7 hari. Sasaran kegiatan pengabdian masyarakat ini sebanyak 12 kader ‘Aisyiyah Ranting Cemani Sukoharjo. Luaran dari kegiatan PKM ini terbentuk Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang terlatih dan terampil pertama kali di daerah Cemani Sukoharjo serta tersedia leaflet terkait stunting. Hasil analisis kegiatan PKM ini untuk nilai rerata pretest responden adalah sebesar 59,3 dan post test sebesar 74,3. Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan kader ‘Aisyiyah dalam upaya penurunan stunting.
Downloads
References
Agritubella, S. M., Usraleli, & Yoza Misra Fatmi. (2023). Pendampingan Keluarga untuk meningkatkan Pengetahuan Keluarga dalam Pencegahan Stunting pada Balita di Kelurahan Harjosari. Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia, 2(4), 34–43. Retrieved from http://journal-mandiracendikia.com/index.php/pkm/article/view/302
Bappenas. 2018. Cegah Stunting di 1000 Hari Pertama Kehidupan Investasi Bersama untuk Masa Depan Anak Bangsa. Jakarta: Bappenas.
Bappenas. 2018. Faktor Penyebab Masalah Gizi Konteks Indonesia. Jakarta: Bappenas.
Bappenas. 2018. Pedoman Pelaksanaan Intervensi Penurunan Stunting Terintegrasi di Kabupaten/Kota. Jakarta : Bappenas.
BKKBN. (2021). Panduan Pelaksanaan Pendampingan Keluarga Dalam Upaya Percepatan Penurunan Stunting Di Tingkat Desa/Kelurahan. Jakarta : BKKBN.
Darsini, D, Fahrurrozi, F., and Cahyono, E. A. (2019). Pengetahuan ; Artikel Review. Jurnal
Kemenkes RI. 2018. Situasi Balita Pendek (Stunting) Di Indonesia. In Journal of Chemical Information and Modeling (Vol. 53). Jakarta : Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. https://doi.org/10.1017/CBO9781107415324.004
Kementerian Dalam Negeri RI, Kementerian Kesehatan RI, Kementerian Desa PDTT RI, BKKBN, PKK & IBI. (2021). Panduan Pelaksanaan Pendampingan Keluarga dalam Upaya Percepatan Penurunan Stunting di Tingkat Desa/Kelurahan. Jakarta : Direktorat Bina Penggerakan Lini Lapangan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Pusat Data dan Informasi Situasi Balita Pendek (Stunting) di Indonesia, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta : Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Kementerian Kesehatan RI. (2018). Situasi Balita Pendek (Stunting) di Indonesia : Pusat Data dan Informasi. Jakarta : Kementerian Kesehatan RI.
Kementrian Kesehatan. (2018). Buletin Stunting. Jakarta : Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.
Kustiani, A., & Misa, A. (2018). Perubahan pengetahuan, sikap, dan perilaku ibu dalam pemberian MP-ASI anak usia 6-24 bulan pada intervensi penyuluhan gizi di Lubuk Buaya Kota Padang. Jurnal Kesehatan Perintis, 5(1), 51-57. https://doi.org/10.33653/jkp.v5i1.94
Laili, U., Budi Permana Putri, E. ., & Khusnul Rizki, L. . (2022). The The Role of Family Companions in Reducing Stunting: Peran Pendamping Keluarga Dalam Menurunkan Stunting. Media Gizi Indonesia, 17(1SP), 120–126. https://doi.org/10.20473/mgi.v17i1SP.120-126
Notoatmodjo, S. (2018). Ilmu Perilaku Kesehatan. Jakarta : Rineka Cipta.
Purnamasari, I., Rahayu, C. D., Setiani, F. T., Nugraheni, N., & Raharyani, A. E. (2023). “Gong Ceting” Gerakan Kolaboratif Perguruan Tinggi Dan Pemerintah Dalam Upaya Penurunan Stunting. Gemassika, 7(1), 86–99. https://doi.org/10.30787/gemassika.v7i1.1106
Rahyanti, N. M. S., & Sriasih, N. K. (2022). Pengaruh Pelatihan Kader Terhadap Kesiapan Kader Dalam Pencegahan Stunting. Menara Medika, 5(1), 46–52. https://doi.org/10.31869/mm.v5i1.3492
RI, K.K.B.K.R. (2018). Gerakan Nasional Percepatan Perbaikan Gizi Dalam Rangka Seribu Hari Pertama Kehidupan (Gerakan 1000 HPK). Jakarta : Republik Indonesia.
Sandjojo, E. 2017. Buku Saku Desa dalam Penanganan Stunting. Jakarta : Kementerian Desa Pembangunan Desa Tertinggal dan Transmigrasi.
Sari, N. a. M. E., & Rahyanti, N. M. S. (2022). Optimalisasi Tim pendamping keluarga (TPK) dalam upaya pencegahan stunting. Jurnal Keperawatan Muhammadiyah, 7(4). https://doi.org/10.30651/jkm.v7i4.15285
Sekretariat Kabinet RI. (2022). Inilah Upaya Pemerintah Capai Target Prevalensi Stunting 14% di Tahun 2024. [Online]. Available: https://setkab.go.id/inilah-upaya-pemerintahcapai-target-prevalensi-stunting-14-di-tahun-2024/ [Accessed 20 Mei 2023].
Teja, M. (2019). Stunting Balita Indonesia Dan Penanggulangannya. Pusat Penelitian Badan Keahlian DPR RI, XI (22), 13–18.
World Health Organization. (2018). Reducing stunting in children: equity considerations for achieving the Global Nutrition Targets 2025. Available from: https://www.who.int/publications/i/item/9789241513647 (Accessed: 2023, May 20).
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 Rina Sri Widayati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with Hayinajournal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License (CC BY-SA 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.

Hayina journal is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.











