Pemberdayaan peserta didik migran Taiwan melalui pelatihan pemasaran digital
DOI:
https://doi.org/10.31101/hayina.4732Abstract views 36 times
Keywords:
literasi digital, pelatihan daring, pemasaran digital, pengabdian internasional, PKBMAbstract
Perkembangan ekonomi digital menuntut pekerja migran Indonesia memiliki keterampilan pemasaran digital sebagai bekal kemandirian ekonomi dan peningkatan daya saing global. Peserta didik Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Taiwan masih menghadapi keterbatasan dalam menyusun strategi pemasaran, membuat konten promosi yang menarik, serta mengelola media sosial dan marketplace, yang diperparah oleh keterbatasan waktu, akses pelatihan berkelanjutan, dan minimnya pendampingan praktik. Program pengabdian internasional ini bertujuan memberdayakan peserta didik melalui pelatihan manajemen pemasaran digital yang dilaksanakan secara daring, aplikatif, dan kontekstual dengan kebutuhan pekerja migran sebagai bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi komunitas pekerja migran Indonesia. Program dilaksanakan menggunakan pendekatan partisipatif melalui tahapan analisis kebutuhan, pelatihan manajemen pemasaran digital, pembuatan konten promosi, pendampingan proyek pemasaran, dan evaluasi. Metode pelaksanaan dilakukan secara daring melalui pendekatan partisipatif dan berbasis praktik. Hasil pelaksanaan menunjukkan peningkatan yang signifikan pada kompetensi peserta didik, ditunjukkan oleh rata-rata skor pre-test sebesar 56,4 yang meningkat menjadi 82,7 pada post-test (peningkatan 46,6%). Selain itu, 80% peserta mampu merancang dan membuat konten promosi sederhana, serta 86% peserta menunjukkan peningkatan kepercayaan diri dalam memanfaatkan media digital untuk aktivitas usaha. Program ini juga memberikan dampak positif terhadap penguatan peran PKBM PPI Taiwan sebagai pusat pemberdayaan ekonomi komunitas pekerja migran, yang tercermin dari meningkatnya partisipasi dan kesiapan peserta dalam mengembangkan usaha berbasis digital secara mandiri. Dengan demikian, program ini berpotensi menjadi model pengabdian internasional berbasis pemasaran digital yang kontekstual, aplikatif, dan berkelanjutan bagi pendidikan nonformal pekerja migran Indonesia.
Downloads
References
Anderson, T. (2008). The theory and practice of online learning. AU Press.
Asari, A., Astuti, T. W., Salih, M. S., Purba, S., Fariati, R. W. T., Hendarsyah, D., Arifin, Nova, M., Fakhri, N., & Anna, N. E. V. (2023). Peran Media Sosial dalam Pendidikan. CV. Istana Agency.
Bell, S. (2010). Project based learning for the 21st century: Skills for the future. The Clearing House, 83(2), 39–43.
Hodges, C., Moore, S., Lockee, B., Trust, T., & Bond, A. (2020). The difference between emergency remote teaching and online learning. Educause Review, 27.
Knowles, M. S., Holton, E. F., & Swanson, R. A. (2015). The adult learner. Routledge.
Kolb, D. A. (2015). Experiential learning: Experience as the source of learning and development. Pearson.
Kotler, P., Kartajaya, H., & Setiawan, I. (2021). Marketing 5.0: Technology for humanity. John Wiley & Sons.
Maulida, M., Gunawan, M. A., & Setiawan, A. (2025). Pemberdayaan UMKM Diaspora : Strategi Pengembangan dan Pemasaran Digital bagi Pedagang Kecil di Suriname. ALMUJTAMAE: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 5(2), 183–192. https://doi.org/10.30997/almujtamae.v5i2.20034
Merriam, S. B., & Bierema, L. L. (2014). Adult learning: Linking theory and practice. Jossey Bass.
Nambisan, S. (2017). Digital Entrepreneurship: Toward a Digital Technology Perspective of Entrepreneurship. Entrepreneurship Theory and Practice, 6(41), 1029–1055. https://doi.org/https://doi.org/10.1111/etap.12254
OECD. (2019). OECD Skills Outlook 2019: Triving in a DIgital World. OECD Publishing. https://doi.org/https://doi.org/10.1787/df80bc12-en
Permana, R. K., Nugraha, R. F., & Fitriyadi, M. N. (2025). Sosialisasi Pentingnya Literasi Digital dalam Bisnis untuk Siswa di SMKN 2 Baleendah. JAM-TEKNO: Jurnal Pengabdian Masyarakat TEKNO, 6(1), 7–12. https://doi.org/https://doi.org/10.29207/ jamtekno.v6i1.6599
Prasetyo, I., Rofiq, A., Dewi, A. A., & Firmansyah. (2025). Peningkatan Kemampuan Digital Marketing Pelaku Usaha di Desa WIsata Bejiharjo. ABDIMAS NUSA MANDIRI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Nusa Mandiri, 7(2), 299–308. https://doi.org/https://doi.org/10.33480/abdimas.v7i2.6308
Rijali, A. (2018). Analisis Data Kualitatif. Jurnal Alhadharah, 17(33), 81–95. https://doi.org/https://doi.org/10.18592/alhadharah.v17i33.2374
Rogers, A. (2014). The base of the iceberg. Informal learning and its impact on formal and non-formal learning. Verlag Barbara Budrich. https://doi.org/https://doi.org/10.25656/01:14844 in
Sarwono, & Wahyono, C. (2025). Peningkatan Pemasaran UMKM melalui Pemanfaatan Digital Marketing di Dusun Barong Kulon, Desa Candi, Kecamatan Pringkuku. ARZUSIN: Jurnal Manajemen Dan Pendidikan Dasar, 5(2), 722–737. https://doi.org/https://doi.org/10.58578/arzusin.v5i2.5486
Silaen, J. H., Pakpahan, B., Bangun, R., Supaino, & Tarigan, S. (2025). Implementasi Digital Marketing dalam Meningkatkan Daya Saing UMKM Keripik Permata di Kisaran Timur. Indonesia Bergerak : Jurnal Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat, 3(4), 118–126. https://doi.org/https://doi.org/10.61132/inber.v3i4.1149
UNESCO. (2018). A Global Framework of Reference on Digital Literacy Skills for Indicator 4.4.2. UNESCO Institute for Statistics.
UNESCO. (2018). Digital skills critical for jobs and social inclusion. UNESCO Publishing.
United Nations. (2021). UN Sustainable Development Goals on health: What are the Sustainable Development Goals ? United Nations Publisher.
Wati, M. (2025). Pemanfaatan Media Sosial Sebagai Strategi Branding Digital Bagi Umkm Di Wilayah Kerek. JURNAL MEDIA AKADEMIK (JMA) Vol.3, 3(7), 1–11.
World Bank. (2020). World Development Report 2020: Trading for development in the age of global value chains. World Bank.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Sri Marmoah, Dimas Adika, Sri Haryati, Wu-Yuin Hwang, Siti Hafsa Binti Zulkarnain

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with Hayinajournal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License (CC BY-SA 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.

Hayina journal is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.











