Title:


Nadoofa Station Sebagai Instrumen Penanganan Grey Water Limbah Covid-19


Author:


Mail Dita Nur Kinanthi(1*)
Mail Rizki Agung Syah Putra Siregar(2)
Mail Hendi Kurniadi(3)
Mail Anggita Haydar(4)
Mail Desty Widia Nengsih(5)
Mail Hapsari Wahyuningsih(6)
Mail Riri Chairiyah(7)

(1) Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta, Indonesia
(2) Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta, Indonesia
(3) Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta, Indonesia
(4) Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta, Indonesia
(5) Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta, Indonesia
(6) Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta, Indonesia
(7) Universitas ' Aisyiyah Yogyakarta, Indonesia
(*) Corresponding Author
10.31101/jas.v2i2.2054| Abstract views : 256 | PDF views : 72

Abstract


Covid-19 belum juga membaik. Angka dari kasus Covid-19 bertambah setiap harinya, tidak hanya di Indonesia saja namun juga di dunia. Kebijakan untuk mencuci tangan sesering mungkin guna menekan penyebaran virus Covid -19 selain dapat menyebabkan meningkatnya limbah grey water yang dihasilkan juga berdampak secara tidak langsung terhadap kebutuhan ketersediaan air bersih. Saat ini, kondisi fasilitas cuci tangan yang tersedia secara umum belum mengutamakan efisiensi penggunaan air dan belum mengatasi timbulan limbah grey water yang dihasilkan. Untuk itu, penelitian ini bertujuan untuk menemukan inovasi desain wastafel yang efisien dan menerapkan sistem daur ulang dari limbah grey water yang menjadi sebuah green solution dalam merespon kondisi dan kebutuhan new normal. Variabel penelitian terdiri dari 3 variabel yaitu karakteristik virus Covid-19, Pengolahan limbah grey Water dan Karakteristik Wastafel. Analisis yang digunakan adalah literatur review dan analisis perancangan dan eksplorasi desain. Hasil analisis menunjukkan bahwa pengolahan limbah grey water dilakukan secara fisikalis, kimiawi dan biologis, proses kimiawi menggunakan Calcium Chloride. Kesimpulan penelitian ini adalah Nadoofa Station sebagai wastafel portabel ramah lingkungan dengan sistem recycle dan reuse dapat menjadi solusi penanganan limbah grey water serta langkah penghematan penggunaan air yang meningkat akibat pandemi Covid-19. Hal tersebut sesuai dengan penamaan Nadoofa Station dari hadist yang berbunyi “An- Nadhafatu Minal Iman“ yang artinya kebersihan adalah sebagian dari iman. Nadoofa diambil dari kata “Nadhafatu” yang artinya kebersihan.

Kata Kunci: Covid-19, daur ulang air, limbah grey water, wastafel.

 


Full Text:

PDF

References


Arsad, E. & Hamdi, S., 2010. Teknologi Pengolahan dan Pemanfaatan Karbon Aktif Untuk Industri. Jurnal Riset Industri Hasil Hutan, 2(2), pp. 43-51.

Artiyani, A. & Firmansyah, N. H., 2016. Kemampuan Filtrasi Upflow Pengolahan Filtrasi Upflow dengan Media Pasir Zeolit dan Arang Aktif dalam Menurunkan Kadar Fosfat dan Deterjen Air Limbah Domestik. Industri Inovatif, 6(1), pp. 8-15.

Fajri, M. N., Handayani, Y. L. & Sutikno, S., 2017. Efektifitas Rapid Sand Filter Untuk Meningkatkan Kualitas Air Daerah Gambut di Provinsi Riau. Jom FTEKNIK, 4(1), pp. 1-9.

Fildzah, A. et al., 2016. Pengolahan Limbah Domestik Kawasan Pesisir dengan Subsurface Constructed Wetland Menggunakan Tanaman Jatropha curcas L.. Jurnal Sains dan Teknologi Lingkungan, 8(2), pp. 80-88.

Haderiah & Dewi, N. U., 2015. Meminimalisir Kadar Detergen dengan Penambahan Koagulan dan Filtrasi Media Saring pada Limbah Kamar Mandi. Higiene, 1(1), pp. 33-41.

Hasanah, U. & Mahardika, D. R., n.d. Edukasi Perilaku Cuci Tangan Pakai Sabun Pada Anak Usia Dini Untuk Pencegahan Transmisi Penyakit. Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat LPPM UMJ, pp. 1-9.

Nilasari, E., Faizal, M. & Suheryanto, 2016. Pengolahan Air LImbah Rumah Tangga dengan Menggunakan Proses Gabungan Saringan Bertingkat dan Bioremediasi Eceng Gondok (Eichornia crassipes) (Studi Kasus di perumahan Griya Mitra 2,Palembang). Jurnal Penelitian Sains, 18(1), pp. 8-13.

Prastyowati, A., 2020. Mengenal KarakteristikVirus SARS-Cov-2 Penyebab Penyakit Covid-19 Sebagai Dasar Upaya Untuk Pengembangan Obat Antivirus Dan Vaksin. BioTrends, 11(1), pp. 1-10.

Purnama, S. G. & Susanna, D., 2020. Hygiene and Sanitation Challenge for Covid-19 Prevention in Indonesia. Kesmas: Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional, Issue 1, pp. 6-13.

Qomariyah, S., Sobriyah, Koosdaryani & Muttaqien, A. Y., 2017. Lahan Basah Buatan Sebagai Pengolah Limbah Cair dan Penyedia Air Non-Konsumsi. Jurnal Riset Rekayasa Sipil Universitas Sebelas Maret, 1(1), pp. 25-32.

Ratnani, R. D., Hartati, I. & Kurniasari, L., 2011. Pemanfaatan Eceng Gondok ( Eichornia Crassipes ) Untuk Menurunkan Kandungan COD ( Chemical Oxygen Demond ), pH, BAU,dan Warna pada Limbah Cair Tahu. Momentum, 7(1), pp. 41-47.

Suoth, A. E. & Nazir, E., 2016. Karakteristik Air Limbah Rumah Tangga ( grey water ) pada Salah Satu Perumahan Menengah Keatas yang Berada di Tangerang Selatan. Ecolab, 10(2), pp. 47-102.

Supriyanto, B., 2000. Pengelolaan Air Limbah yang Berwawasan Lingkungan Suatu Strategi dan Langkah Penanganannya. Jurnal Teknologi Lingkungan, 1(1), pp. 17-26.

Susilo, A. et al., 2020. Coronavirus Disease 2019 : Tinjauan Literatur Terkini. Jurnal Penyakit Dalam Indonesia, 7(1), pp. 45-67.

Umar, M. A., Baiquni, M. & Ritohardoyo, S., 2011. Peran Masyarakat dan Pemerintah dalam Pengelolaan Air Limbah Domestik di Wilayah Ternate Tengah. Majalah Geografi Indonesia, 25(1), pp. 42-54.

Kementrian Kesehatan RI, 2020. Situasi Terkini Perkembangan

Coronavirus Disease ( COVID-19 ) 28 September 2020. [Online]

Available at: https://covid19.kemkes.go.id/situasi-infeksi-emerging/info-corona-virus/situasi-terkini-perkembangan-coronavirus-disease-covid-19-28-september-2020/#X3TbVMxV6E

[Accessed 28 September 2020].




DOI: https://doi.org/10.31101/jas.v2i2.2054

Article Metrics

Abstract view : 256 times
PDF - 72 times

Cited By



Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

Universitas 'Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta Kampus Terpadu: Jl. Siliwangi (Ring Road Barat) No. 63, Nogotirto, Gamping, Sleman, Yogyakarta 55292 Hp. 082326796566