Strategi dan Model Komunikasi Konseling Klinik Berhenti Merokok

Authors

  • Ummy Kalsum UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Jalan Laksda Adisucipto, Papringan, Caturtunggal, Depok, Sleman, Daerah Yogyakarta 55281
  • Muhamamd Nurul Yamin Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Jalan Brawijaya, Geblagan, Tamantirto, Kasihan, Yogyakarta, Yogyakarta 55183
  • Erwin Rasyid Universitas Aisyiyah Yogyakarta, Nogotirto, Jalan Siliwangi (Ringroad Barat) No.63, Area Sawah, Nogotirto, Gamping, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55592

DOI:

https://doi.org/10.31101/jhes.1177
Abstract views 1537 times

Keywords:

Klinik Berhenti Merokok, Konseling, Model Komunikasi

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan bagaimana strategi dan model komunikasi konseling yang diterapkan Klinik Berhenti Merokok Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dalam metode yang mereka gunakan. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Subyek dalam penelitian ini tenaga medis baik dokter maupun perawat yang bertugas di Klinik Berhenti Merokok UMY. Pemilihan informan menggunakan metode purpossive random sampling dan snowball sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan ada empat strategi yang diterapkan oleh Klinik Berhenti Merokok UMY yaitu strategi simbolik, strategi psiko-edukatif, strategi kreatif dan strategi perilaku dan perilaku kognitif. Adapun metode yang digunakan oleh Klinik Berhenti Merokok adalah metode ABC, metode 5A dan terapi SEFT.

References

Adinugraha, Eka. (2011). Konseling Remaja. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Creswell, J. W. (2014). Metode Penelitian Kualitatif & Desain Riset. Bandung: Penerbit Alfabeta

Kemenkes, R. I. (2016). Suarakan Kebenaran, Jangan Bunuh Dirimu Dengan Candu Rokok. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Luddin, Abu Bakar M. (2010). Dasar- Dasar Konseling. Bandung: Citapustaka Media Perintis.

Mulyana, Deddy. (2010). Ilmu Komunikasi suatu Pengantar. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Munir Amin, Samsul. (2010). Bimbingan dan Konseling Islam. Jakarta: Amzah.

Najmah, Etrawati, F., Yeni, & Utama, F. (2016). Integrated Intervention Of Harm Reduction Of Smoke In The Air Conditioned Rooms In Sriwijaya University. Buletin Penelitian Kesehatan, 44(4), 219-226.

Narayana, I. P. A., & Sudhana, I. W. (2015). Gambaran Kebiasaan Merokok dan Kejadian Hipertensi pada Masyarakat Dewasa di Wilayah Kerja Puskesmas Pekutatan I Tahun 2013. E-Jurnal Medika Udayana.

Pujianto, P., Thabrany, H., Hidayat, B., Ong, M., & Fitriah, F. (2009). Praktik Dokter Terkait Perilaku Merokok Pasien. Kesmas: National Public Health Journal, 4(3), 115-119.

Rachmat, M., Thaha, R. M., & Syafar, M. (2013). Perilaku merokok remaja sekolah menengah pertama. Kesmas: National Public Health Journal, 7(11), 502-508.

Rochayati, A. S., & Hidayat, E. (2015). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Merokok Remaja di Sekolah Menengah Kejuruan Kabupaten Kuningan. Jurnal Keperawatan Soedirman, 10(1), 1-11.

Salman, Satya Candrasari, Rewindinar, (2016). Strategi Komunikasi konseling dalam Meningkatkan Kualitas Hidup Remaja. Jurnal Ilmu Komunikasi, 3(2).

Saputra, A. M., & Sary, N. M. (2013). Konseling model transteoritik dalam perubahan perilaku merokok pada remaja. Kesmas: National Public Health Journal, 152-157.

Virga, R. L. (2017). Literasi Iklan Rokok dan Perilaku Konsumtif Remaja Melalui Pemberdayaan Remaja Masjid. Profetik: Jurnal Komunikasi, 9(2), 33-44.

Schramm, W. (1954). How communication works. The process and effects of mass communication, 3, 26.

Tarjih, M., & Muhammadiyah, T. P. P. (2013). Fatwa-Fatwa Tarjih-Tanya Jawab Agama 6. Cet. III. http://tarjih.muhammadiyah.or.id/download-fatwa-219.html

Downloads

Published

2020-11-17

Issue

Section

Articles

SHARE THIS