Persepsi masyarakat terhadap kemauan untuk mendaftar menjadi peserta mandiri jaminan kesehatan nasional (JKN)

Authors

  • Sri Sularsih Endartiwi STIKES Surya Global

DOI:

https://doi.org/10.31101/jhes.381
Abstract views 1614 times

Keywords:

Perception, Willingness To Register Become Independent Participants

Abstract

Masyarakat masih enggan untuk mendaftar menjadi peserta BPJS mandiri dengan alasan faktor ekonomi, kurangnya informasi dan memang masih belum berminat untuk mendaftar menjadi peserta BPJS secara mandiri. Penelitian ini adalah studi kasus dengan rancangan penelitian deskriptif  kualitatif. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa masyarakat berminat untuk mendaftar menjadi peserta. Faktor yang mempengaruhi persepsi masyarakat sehingga belum mendaftar menjadi peserta mandiri adalah ekonomi, pengaruh sosial masyarakat sekitar bahwa asuransi adalah riba, pelayanan bagi peserta yang diindikasikan terdapat diskriminasi dan pelayanan yang kurang memuaskan serta pengurusan persyaratan yang ribet. Masyarakat yang sudah mendaftar menjadi peserta mandiri menunjukkan adanya adverse selection.

References

Andersen, Ronald dan John F. Newman. “Societal and Individual Determinants of Medical Care Utilization in the United Statesâ€. The Milbank Quarterly, vol. 83, No. 4, pp: 1-28. 2005

Ettner, S. L. (1997). Adverse selection and the purchase of Medigap insurance by the elderly. Journal of Health Economics, 16(5), 543–562. doi:10.1016/S0167-6296(97)00011-8.

Handayani, Elmamy dan Sharon Gondodiputro. “Kemampuan Membayar (Ability to Pay) Masyarakat untuk Iuran Jaminan Kesehatanâ€. Available at: http://pustaka.unpad.ac.id/wp-content/uploads/2013/03/pustaka_unpad_kemampuan_membayar_jaminan_kesehatanpdf.pdf. 2010

Kemenkes RI. 2013. Bahan Paparan Jaminan Kesehatan Nasional dalam Sistem Jaminan Sosial Nasional. Jakarta

Kemenkes RI. 2013. Buku Pegangan Sosialisasi Jaminan Kesehatan Nasional dan Sistem Jaminan Sosial Nasional. Jakarta.

Kertonegoro, Sentanoe. (1996). Manajemen Risiko dan Asuransi. Jakarta: PT Toko Gunung Agung.

Knaul, F. M., González-Pier, E., Gómez-Dantés, O., García-Junco, D., Arreola-Ornelas, H., Barraza-Lloréns, M., … Frenk, J. (2012). The quest for universal health coverage: achieving social protection for all in Mexico. Lancet, 380(9849), 1259–79. doi:10.1016/S0140-6736(12)61068-X.

Molla, Ashagre. Fentahun, Netsanet. 2014. Predictors of Willingness to Participate in Health Insurance Services Among the Community of Jimma Town, Southwest Ethiopia. Health Services Insights 2014: 7; 31 – 37. DOI: 10.4137/HSI.S18046.

Murti, B. (2007). Dasar-dasar Asuransi Kesehatan (Keenam.). Yogyakarta: Penerbit Kanisius.

Obermann, K., Jowett, M. R., Alcantara, M. O. O., Banzon, E. P., & Bodart, C. (2006). Social health insurance in a developing country: the case of the Philippines. Social Science & Medicine (1982), 62(12), 3177–85. doi:10.1016/j.socscimed.2005.11.047.

Thabrany, H. (2013). Asuransi Kesehatan Nasional. (Pamjaki, Ed.). Jakarta: Pamjaki.

WHO. (2005). Social Health Insurance: Selected Case Studies from Asia and the Pacific. India: SEARO Regional Publication.

Downloads

Published

2018-09-12

Issue

Section

Articles

SHARE THIS