Pelatihan konselor pemeriksaan sindrome metabolic pada pengurus majlis taklim masjid Al Mustaqim di Sanggrahan Kasihan Bantul
DOI:
https://doi.org/10.31101/hayina.2300Abstract views 790 times
Keywords:
pelatihan, kader, sindrom metabolikAbstract
Latar belakang :  World Health Organization (WHO) 2013 mengemukakan bahwa non-communicable disease (NCDs) merupakan tantangan kesehatan terbesar pada abad 21. Dari seluruh angka morbiditas NCDs, jumlah cardiovascular disease (CVD) merupakan yang terbesar yaitu 17,3 juta jiwa/ tahun.  Berkaitan dengan diabetes, pada sebagian penderita diabetes tipe dua atau intoleransi glukosa, didapatkan serangkaian faktor risiko yang muncul bersamaan dengan faktor risiko CVD. Fenomena tersebut disebut dengan kejadian sindrom metabolik. Tujuan : memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada kader untuk melakukan screening sindrom metabolik sehingga pengurus maupun peserta majlis taklim bisa mengubah pola hidup menjadi lebih sehat lagi. Metode : metode yang digunakan adalah koordinasi, pemberdayaan sumber daya manusia, promosi dan sosialisasi kader, pelatihan kader, penyusunan buku pedoman kader, pelaksanaan jasa layanan kesehatan, evaluasi kegiatan, dan pelaporan pencatatan kegiatan. Hasil : menghasilkan empat kader terlatih dan hasil pada peserta bahwa kategori usia dewasa akhir, lansia akhir dan manula lebih rentan terkena Sindrom Metabolik. Hasil akhir yang diharapkan dari kegiatan ini adalah meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mengetahui pentingnya pengetahuan tentang sindrome metabolik. Kesimpulan :  Pemberian penyuluhan dan pelatihan kader dalam screening sindrome mmetabolik dapat menambah  pengetahuan dan wawasan pengurus majlis taklim masjid Al Mustaqim Di Sanggrahan Ngestiharjo Kasihan Bantul.
Downloads
References
Amin, M. Al, & Juniati, D. (2017). Klasifikasi kelompok umur manusia. MATHunesa, 2(6), 34. https://media.neliti.com/media/publications/249455-none 23b6a822.pdf.
Amir, S. M. J. (2015). “L’homme propose, mais dieu dispose.†Notes and Queries, s6-VIII(184), 7. https://doi.org/10.1093/nq/s6-VIII.184.7-b.
Bantas, K., Yoseph, H. K., & Moelyono, B. (2013). Ukuran Lingkar Pinggang Optimal untuk Identifikasi Sindrom Metabolik pada Populasi Perkotaan di Indonesia. Kesmas: National Public Health Journal, 7(6), 284. https://doi.org/10.21109/kesmas.v7i6.39.
Bimandama, M. A., & Soleha, T. U. (2016). Hubungan Sindrom Metabolik dengan Penyakit Kardiovaskular. Jurnal Majority, 5(2), 49–55.
Jafar, Nurhaedar. (2012). Sindroma metabolik dan epidemiologi. Respitory Universitas Hasanuddin Makasar. 2(1),71-78.
Lasmadasari, N. (2016). Studi Pravalensi dan Faktor Risiko Sindrom Metabolik Pada Nelayan di Kelurahan Malabro. Jurnal MKMI, Vol. 12 No 2.
Nurzakiah, Hadju, V., Jafar, N., Indriasari, R., Sirajuddin, S., & Amiruddin, R. (2021). Literature Review: Pengaruh Pola Makan Terhadap Sindrom Metabolik. AN-NUR : Jurnal Kajian Dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat Website, 1(2), 215–224.
Setiadi, A. P., & Halim, S. V. (2018). Penyakit Kardiovaskular Seri Pengobatan Rasional. 204.
Soegondo, S., & Purnamasari, D. (2010). Sindrom Metabolik. Dalam: Sudoyo, Dkk. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. …, 4, 88–93.http://scholar.google.com/scholar?hl=en&btnG=Search&q=intitle:Sindrom+Metabolik.
WHO. (2016). Fact Sheet Cardiovascular Diseases (Cvds). Diambil Dari: Www.Who.Int/Mediacentre/Factsheets/Fs317/En (Diakses Pada: 01/02/2017). 10:33.
Yusfita, Lailiyah Yusna. (2018). Hubungan Perilaku Sedentari Dengan Sindrom Metabolik Pada Pekerja. The Indonesian Journal of Public Health, Vol 13 No 2.
Downloads
Additional Files
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with Hayinajournal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License (CC BY-SA 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.

Hayina journal is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.











