Prolanis terhadap Self Management Lansia dengan Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Somba Opu Kabupaten Gowa

Authors

  • Asriadi Asriadi Akademi Keperawatan Anging Mammiri, Jalan Wijaya Kusuma No.2, Banta-Bantaeng, Kec. Rappocini, Kota Makassar, Sulawesi Selatan 90222
  • Sigit Mulyono Universitas Indonesia, Jalan Margonda Raya, Pondok Cina, Kecamatan Beji, Kota Depok, Jawa Barat 16424
  • Uswatul Khasanah Universitas Muhammadiyah Jakarta, Jalan K.H. Ahmad Dahlan, Cireundeu, Ciputat Tim, Kota Tangerang Selatan, Banten 15419

DOI:

https://doi.org/10.31101/jhes.1656
Abstract views 1367 times

Keywords:

Prolanis, Self Management, Hipertensi

Abstract

Upaya pemerintah dalam peningkatan sistem kesehatan untuk mencegah hipertensi dengan program pengelolaan penyakit kronis (Prolanis). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh Prolanis terhadap self management lansia dengan hipertensi. Desain penelitian ini quasi experiment dengan Pretest dan Posttest yang terdiri dari 20 responden. Instrumen yang digunakan untuk self management adalah Hipertensi Self-Managemen Questionnaire (HSMQ). Hasil menunjukkan bahwa ada pengaruh prolanis terhadap self management lansia dengan hipertensi secara signifikan (p= 0,001) dapat dilaksanakan secara sistematis, sesuai prosedur dan inovatif, sehingga dapat memotivasi masyarakat untuk hadir dalam kegiatan yang dilakukan dan seluruh rangkaian  Prolanis bisa berjalan sama rata dan maksimal.

References

Andersen, R., & Newman, J. F. (2005). Societal and Individual

Determinantsof Medical Care Utilization in the United States. The Milbank Quarterly , 1-28.

Anggraini. (2012). Jenis Kelamin Penderita Hipertensi. Bandung: PT Remaja Rosida Karya.

Apriyandi, F. (2010, Juli 31). Hubungan Peningkatan Usia Dengan Kejadian Hipertensi Pada Pasien Rawat Jalan Di Rumah Sakit Bhineka Bakti Husada Tanggal 19 Sampai 31 Juli 2010. Skripsi , pp. 1-36.

Arif, D., Rusnoto, & Hartinah, D. (2013). Faktor-faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Hipertensi Pada Lansia di Pusling Desa Klumpit UPT Puskesmas Gribig Kabupaten Kudus. JIKK , 18-34.

BPJS Kesehatan. (2014). Panduan Praktis PROLANIS (Program Pengelolaan Penyakit Kronis). Jakarta: BPJS Kesehatan.

Chapman, B., & Bogle, V. (2014). Adherence to Medication and Self-Managment in Stroke Patients. British Journal of Nursing , 158-166.

Dinas Kesehatan Kabbupaten GOwa. (2017). Hipertensi. Sungguminas: Dinas Kesehatan Kabupaten Gowa.

Dinas Kesehatan Prov.Sul-Sel (2015). Prevelensi Hipertensi. Makassar: Dinas Kesehatan Prov. Sul-Sel.

Lestari, G. I., & Isnaini, N. (2018). Pengaruh Self Management Terhaap Tekanan Darah Lansia Yang Mengalami Hipertensi. Indonesian Journal for Health Sciences , 7-18.

Lennon, Sheila et al.(2013). Self Management Programmes For People Post Stroke: A Systematic Review. Article of Clinical Rehabilitation

Mardiana, Y., & Zelfino. (2014). Hubungan Antara Tingkat Stres Lansia Dan Kejadian Hipertensi Pada Lansia Di RW 01 Kunciran Tangerang. Forum Ilmiah , 261-267.

Ningsih, I. P., Hariyono, & Indrawati, U. (2017). Pengaruh Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi Berbasis Teori Caring. Jurnal Insan Cendekia , 1-8.

Novitaningtyas, T. (2014). Hubungan Karakteristik (Umur, Jenis Kelamin, Tingkat. Universitas Muhammadiyah Surakarta , 1-14.

Rahajeng, E., & Tuminah, S. (2009). Prevalensi Hipertensi danDeterminannya di Indonesia. Jakarta: Majalah Kedokteran Indonesia.

Richard, A. A., & Shea, K. (2011). Delineation of Self-Care and Associated Concepts. Journal of Nursing Scholarship.

Riskesdas. (2013). Hasil Utama Riskesdas 2018. Jakarta: Kementrian Kesehatan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.

Wijaya, A. S., & Putri, Y. M. (2013). KMB 1, Keperawatan Medikal Bedah : Keperawatan Dewasa, Teori dan contoh askep. Yogyakarta: Nuha Medika.

Downloads

Published

2020-11-17

Issue

Section

Articles

SHARE THIS