Pengaruh inspiratory muscle training terhadap peningkatan kualitas hidup

Authors

  • Yayang Harigustian AKPER “YKY” Yogyakarta
  • Venny Diana AKPER “YKY” Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.31101/jhes.2336
Abstract views 674 times

Keywords:

gagal jantung, inspirasi muscle training, kualitas hidup

Abstract

Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kualitas hidup pada pasien gagal jantung dengan Inspirasi muscle training. Penelitian ini menggunakan desain True Eksperiment Pre- Post Test Design. Pengambilan sampling pada penelitian ini menggunakan metode non probability sampling dengan consecutive sampling. Alokasi sampel ke dalam kelompok intervensi dan kelompok kontrol menggunakan simple random sampling, dengan 32 responden. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Minnesota Living with Heart Failure Quesionnaire (MLHFQ). Uji statistik menggunakan Paired Sample Test. Hasil penelitian yang sudah dilakukan menunjukkan adanya perbedaan kualitas hidup pada pasien gagal jantung kelompok intervensi dan tidak ada perbedaan kualitas hidup pada pasien gagal jantung kelompok kontrol.

References

Harikatang,A., Rampengan,S., & Jim, E.(2016).Hubungan antara jarak tempuh tes jalan 6 menit dan fraksi ejeksi pada pasien gagal jantung kronik terhadap kejadian kardiovaskular. Jurnal e-Clinic (eCl), Volume 4, Nomor 1, Januari-Juni 2016.

Heo, S., Lennie, T. A., Okoli, C., &Moser, D. K.(2009). Quality of Life in Patients With Heart Failure: Ask the Patients, Heart Lung, 38(2), pp.100–108.

Kaplan & Schub. (2010). Hearth Failure In Women. Cinahl Information System. 1:57-63.

Kementrian Kesehatan RI..(2014). Situasi Kesehatan Jantung. Pusat Data dan Informasi Kementrian Kesehatan RI.

Mc Connell,Alison. (2013).Respiratory Muscle Training: theory and practice. Elsevier/Churchill Livingstone.

Mariyono & Santoso. (2009). Definisi, Klasifikasi, Diagnosis dan Penanganan Gagal Jantung. RSUP Sanglah, Denpasar. http://download.portalgaruda.org/article.php?article=13160&val=927

Muttaqin, Arif. (2009). Asuhan Keperawatan Klien dengan Gangguan Sistem Kardiovaskuler dan Hematologi. Jakarta : Salemba Medika.

Notoatmodjo,S.(2010). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta : Rineka Cipta.

Niman, Susanti.,Hamid, Achir., & Yulia ,Ice., (2013). Pengaruh Pendidikan Kesehatan terhadap Dukungan Keluarga pada Klien dengan Congestive Heart Failure (CHF). Program Studi Magister Keperawatan Universitas Indonesia.

Nurhayati, Adiputra.I.N, & Adiatmika. I Putu Gedhe, (2013) cit Nurbasuki, (2008). Latihan Deep Breathing Meningkatkan Kapasitas Inspirasi Lebih Besar Daripada Diaphragm Breathing Pada Pengendara Motor Mahasiswa Fisioterapi S1 Regular Di Universitas Udayana. Program Studi Fisioterapi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskuler Indonesia (PERKI). (2015). Pedoman Tata Laksana Gagal Jantung. National Cardiovascular Center Harapan Kita Hospital.

Potter, Praticia. A & Perry, Anne. G. (2010). Fundamental Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.

Pudiarifanti, N., Pramantara,D., & Ikawati,Z. (2015).Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kualitas Hidup Pasien Gagal Jantung Kronik. Jurnal Manajemen dan Pelayanan Farmasi..

Sari, P., Rampengan, S.H & Panda, S. (2012).Hubungan Kelas NYHA dengan Fraksi Ejeksi pada Pasien Gagal Jantung Kronik di bBLU/RSUP Prof. dr. r.d. Kandou Manado. Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado.

Stromberg A, Martensson J. (2003). Gender differences in patiens with heart failure. Department of Cardiology. Sweden: Eur J Cardiovasc Nurs..

.

Downloads

Published

2021-12-21

Issue

Section

Articles

SHARE THIS