Faktor yang berkontribusi terhadap perilaku agresif pada remaja berbeda antara SMA negeri dan SMA swasta

Authors

  • Yuni Fitriana Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan AKBIDYO, Yogyakarta
  • Andina Vita Sutanto Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan AKBIDYO, Yogyakarta
  • Diyah Paramita Nugraha Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan AKBIDYO, Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.31101/jkk.752
Abstract views 2126 times

Keywords:

perilaku, agresif, remaja

Abstract

Perilaku agresif remaja merupakan keadaan emosi dari perasaan frustasi dan benci yang diproyeksikan dengan kekerasan baik secara fisik dan verbal terhadap lingkungan atau terhadap diri sendiri. Tujuan penelitian adalah mengetahui perbedaan faktor penyebab perilaku agresif remaja SMA negeri dan swasta Bantul. Metode penelitian menggunakan observasional kuantitatif. Sampel 62 siswa. Analisis data Uji T-Independent. Hasil penelitian faktor yang mempengaruhi perilaku  agresif remaja SMA Negeri yaitu  faktor keluarga, masyarakat, sekolah dan teman sebaya, berbeda dengan remaja SMA Swasta yaitu faktor keluarga, sekolah dan masyarakat, teman sebaya tidak menunjukkan faktor perilaku agresif.

References

Ali, M., & Asrori, M. (2009). Psikologi Remaja Perkembangan Peserta Didik. Jakarta : Bumi Aksara.

Berita bantul. (2012). Kenakalan Remaja Di Indonesia. https://bantulkab.go.id/berita/1507.html. Diakses 12 Juli 2012.

Dewi. Reshita N.P.A., Susilawati Ary L.K.P. (2016). Hubungan Antara Kecenderunagn Pola Asuh Otoriter (Authoritarian Parenting Style) Dengan Gejala Perilaku Agresif Pada Remaja. Jurnal psikologi Udayana. Volume 3 nomor 1ISSN: 2354 5607 https://ojs.unud.ac.id/index.php/psikologi/article/view/25226.

Djalali, M.A. (2009). Pola Kepemimpinan orang tua dan Agresivitas remaja. http://demasda.wordpress.com. Diunduh pada tanggal 02 September 2014 pukul 13.45.

Hurlock, E. B. (2011). Psikologi Perkembangan; Suatu Pendekatan Sepanjang Rentan Kehidupan. Jakarta : Erlangga.

Myers, D.G. (2012). Psikologi Sosial Jilid 2. Jakarta: Salemba Humanika.

Notoatmodjo, S. (2010). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta : Rineka Cipta.

Putra A.R.B. (2015). Peran Guru Bimbingan dan Konseling dalam mengatasi kecenderungan Perilaku Agresif Peserta didik di SMK Negeri 2 Palangkaraya Tahun Pelajaran 2014/2015. Jurnal konseling GUSJIGANG Volume 1 Nomor 2 tahun 2015 ISSN 2460-1187. http://jurnal.umk.ac.id/index.php/gusjigang/article/view/406.

Rahmawati A.,Asyanti S. (2017). Fenomena perilaku Agresif pada Remaja dan penanganan secara Psikologis. Prosiding Seminar nasional Penguatan Individu di Era Revolusi

Informasi.ISBN:978-602-361-068. https://publikasiilmiah.ums.ac.id/xmlui/handle/11617/9257.

Santrock, J. W. (2007). Perkembangan Anak. Jakarta : Erlangga.

Septiyuni,DA., Budimansyah, D., dan Wilodati, W. (2015). Pengaruh Kelompok Teman Sebaya (peer Group) Terhadap Perilaku Bullying Siswa di Sekolah. Jurnal sosietas (jurnal pendidikan sosiologi) Volume 5 Nomor 1.E.ISSN : 2528-4657.http://ejournal.upi.edu/index.php/sosietas/article/view/1512.

Sudarsono. (2008). Kenakalan Remaja. Jakarta : Rineka Cipta.

Sujatmiko, T. (2015). Kenakalan Remaja Kompleks. http://www.krjogja.com/web/news/read/253063/kenakalan_remaja_kian_kompleks. Diakses 19 Maret 2015.

Sujatmiko, T. (2014). Kasus Kekerasan Anak Kota Yogyakarta Tertinggi. Diambil dari kedaulatan rakyat. Online. Rerieved from http://krjogja.com/read/166403/kasus-kekerasan-anak-kota-jogja-tertinggi.

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2002. Diambil online. Retrieved from http://www.kpai.go.id?hukum/Undang-undang-UU-RI-no-23-tahun-2002-tentang-perlindungan-anak/ditayangkan oleh admin KPAI-10-09-2013.

Wong. (2008). Buku ajar keperawatan Pediatrik Wong Volume 1. Jakarta: EGC.

Downloads

Published

2018-12-09

How to Cite

Fitriana, Y., Sutanto, A. V., & Nugraha, D. P. (2018). Faktor yang berkontribusi terhadap perilaku agresif pada remaja berbeda antara SMA negeri dan SMA swasta. Jurnal Kebidanan Dan Keperawatan Aisyiyah, 14(2), 168–176. https://doi.org/10.31101/jkk.752

Issue

Section

Articles

SHARE THIS