Efektifitas Penerapan Healing Environment Pada Fasilitas Kesehatan Tipe D Di Yogyakarta

Authors

  • Indah Pujiyanti Universitas'Aisyiyah Yogyakarta
  • Aprodita Emma Yetti Program Studi Arsitektur, Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55224
  • Tika Ainunnisa Fitria Program Studi Arsitektur, Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55224

DOI:

https://doi.org/10.31101/juara.v4i1.1694
Abstract views 2006 times

Keywords:

Healing, environment, arsitektur, fasilitas, kesehatan

Abstract

Fasilitas Kesehatan baiknya menerapkan upaya dan kontribusi positif untuk lingkungan yang sehat termasuk didalamnya pencapaian kualitas arsitektur yang sehat di lingkungan. Healing Environment merupakan pendekatan dalam pengaturan fisik dan lingkungan yang digunakan dalam mendukung proses penyembuhan pasien. Implementasi arsitektur dalam pendekatan Healing Environment diwujudkan dengan menciptakan lingkungan binaan sehat yang berbasis unsur alam di lingkungan yang dipadukan dengan pendekatan psikologis, karakter, dan perilaku manusia. Visi dari pendekatan Healing Environment dalam arsitektur dirasa sejalan dengan upaya pemerintah daerah Yogyakarta dalam mencapai kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat. Hal tersebut terwujud dengan adanya gagasan-gagasan desain yang diterapkan di lingkungan Fasilitas Kesehatan di Yogyakarta. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi pengaruh penerapan pendekatan healing environment pada arsitektural dan lingkungan di Fasilitas Kesehatan tipe D Yogyakarta. Menggunakan metode deskriptif kualitatif, data dikumpulkan menggunakan metode wawancara, observasi di lapangan dan studi dokumentasi. Hasil penelitian ini diketahui jika Penerapan variable view and connection with nature menjadi hal utama dalam meningkatkan kenyamanan pengguna Fasilitas Kesehatan Tipe D dan memiliki potensi untuk dapat diterapkan lebih optimal karena site yang cukup luas. Ruangan yang dapat dioptimalkan untuk menerapkan pendekatan healing environment pada Fasilitas Kesehatan Tipe D  adalah ruang tunggu dan ruang rawat inap. Kenyamanan termal dan cahaya tidak berbanding lurus dengan keberadaan ventilasi/bukaan alami pada pada ruangan di fasilitas kesehatan tipe D karena masih dapat dikondisikan menggunakan penghawaan dan pencahayaan buatan. Variabel Aroma, warna, material dan suara tidak menjadi prioritas dalam penerapan healing environment pada Fasilitas Kesehatan tipe D.

References

Afra, Mustika & Nuffida, Nur, Endah. 2017. “Aspek Alam sebagai Bagian Therapeutic Architecture pada Rumah Sakit Ketergantungan Obatâ€. Jurnal Sains dan Seni ITS Vol. 6 No. 1. Surabaya.

Dewi, Raden Roro Monica Synthia Permata, Yusita Kusumarini dan Anik Rakhmawati (2018). Identifikasi Penerapan Biophilic Design pada Interior Rumah Sakit. JURNAL INTRA Vol. 6, No.2, (2018) 687-607.

Djikstra, K. 2009. Understanding Healing Environments: Effects of Physical Environmental Stimuli on Patiens’ Effects of Health and Well- Being, Netherlands: University of Twente

Fitriani, Safrila Nur. (2014) Kajian Penerapan Healing Environment pada Bangunan Panti Terapi dan Rehabilitasi Kanker dalam Perspektif Islam. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang : Malang.

Gordon Strauss, Anselin & Juliet Corbin, 1997, Dasar-dasar Penelitian Kualitatif: Prosedur, Teknik dan Teori Grounded. Penyadur H.M. Djunaidi Ghony, PT. Bina Ilmu Surabaya.

Kurniawati, F. 2007. “Peran Healing Environment terhadap Proses Kesembuhanâ€. Mahasiswa Jurusan Teknik Arsitektur. Yogyakarta

Murphy, J. (2008). The Healing Environment. Retrieved from www.arch.ttu.edu

Nugroho, Agung, Ahmad Farkhan dan Agung Kumoro Wahyu Wibowo. (2019). Penerapan Prinsip Healing Environment dalam Strategi Perancangan Pusat Rehabilitasi Narkoba di Surakarta. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur senTHong, Vol.2, No.1, Januari 2019.

Permenkes RI. (2020). PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 tahun 2020 TENTANG KLASIFIKASI RUMAH SAKIT. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia

Pomerantz, A.M., 2014, Psikologi Klinis. Edisi 3. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Prakaya, Siti Fitriyanti Wulandari dan Dalhar Susanto (2014). Arsitektur Interior Rumah Sakit Berdasarkan Evidence-based Design yang mendukung Healing Environment. Studi Kasus : RSCM Kencana, Jakarta. Fakultas Teknik, Universitas Indonesia.

Pratiwi, Satriani Dian dan Nur Endah Nuffida. (2017). Penanganan Post Traumatic Stress Disorder (PTSD) pada Korban Bencana Lumpur Sidoharjo dengan Pendekatan Arsitektur Perilaku. Jurnal Sains dan Seni Pomits Vol.6, No.2 (2017) 2337-3520.

Putri, D. H., Widihardjo, W., & Wibisono, A. (2013). Relasi Penerapan Elemen Interior Healing Environment Pada Ruang Rawat Inap dalam Mereduksi Stress Psikis Pasien (Studi Kasus: RSUD. Kanjuruhan, Kabupaten Malang). ITB Journal of Visual Art and Design.

Sugiyono. (2008). Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif. Alfabeta : Bandung

Sari, Sriti Mayang. 2003 Peran Warna pada Interior Rumah Sakit Berwawasan ‘Healing Environment’ terhadap Proses Penyembuhan Pasien. Surabaya: Universitas Kristen Petra

Susanto, Pauline dkk. 2016. Penerapan Pendekatan Healing Environment pada Rumah Perawatan Paliatif bagi Penderita Kanker, JURNAL INTRA Vol. 4, No. 2 (hlm. 352-360).

Ulrich, R. S. (1992). How design impacts wellness. The Healthcare Forum Journal.

Ulrich RS, Quan X, Zimring C, Joseph A, Choudhary R. (2004). The role of the physical environment in the hospital of 21st century: a once-in-a-lifetime opportunity.Concord: CA: Center for Health Design;

Zhafran, D. B. (2017). Balai Kesehatan Jiwa dengan Pendekatan Healing Environment di Surakarta. Arsitektura, 15.

Zakiyaturrahmah, A.H., R. Nugroho, L. Pramesti, 2017, Penerapan teori biophilic design dalam strategi perancangan sekolah alam sebagai sarana pendidikan dasar di Karanganyar, Jurnal Arsitektura, Vol. 15, Surakarta: Universitas Sebelas Maret

Published

2021-02-25

How to Cite

Pujiyanti, I., Yetti, A. E., & Fitria, T. A. (2021). Efektifitas Penerapan Healing Environment Pada Fasilitas Kesehatan Tipe D Di Yogyakarta. Jurnal Arsitektur Dan Perencanaan (JUARA), 4(1), 27–38. https://doi.org/10.31101/juara.v4i1.1694

SHARE THIS